• 2025-04-03

Narator yang Tidak Dapat Dipercaya dalam Fiksi

cara membuat suara google || narator voice

cara membuat suara google || narator voice

Daftar Isi:

Anonim

Dalam fiksi, seperti dalam kehidupan, narator yang tidak bisa diandalkan adalah karakter yang tidak bisa dipercaya. Baik karena ketidaktahuan atau kepentingan diri sendiri, narator ini berbicara dengan bias, membuat kesalahan, atau bahkan berbohong. Bagian dari kesenangan dan tantangan dari kisah orang pertama ini adalah mengungkap kebenaran dan memahami mengapa narator tidak berterus terang. Itu juga bisa menjadi alat yang digunakan penulis untuk menciptakan aura keaslian dalam karyanya.

Istilah ini berasal dari "Retorika Fiksi" karya Wayne C. Booth tahun 1961, dan meskipun itu merupakan komponen kunci dari modernisme, narasi yang tidak dapat diandalkan ditemukan dalam klasik seperti "Wuthering Heights," melalui Lockwood dan Nelly Dean, melalui "Gulliver's Travels" karya Jonathan Swift, dan "Gulliver's Travels" dari Jonathan Swift.."

Yang Tidak Disengaja Tidak Dapat Diandalkan

Banyak cerita yang disajikan dalam sudut pandang orang pertama diceritakan oleh seorang anak atau orang luar yang percaya bahwa dia mengatakan kebenaran yang lengkap. Namun, pembaca dengan cepat mengetahui bahwa narator tidak sepenuhnya menyadari keadaan di sekitar mereka. Ini adalah kasus, misalnya, dengan protagonis dari J.D. Salinger "The Catcher in the Rye," Holden Caulfield, dan dengan Scout, narator dalam Harper Lee's narator "To Kill a Mockingbird."

Narator yang tidak dapat diandalkan tidak sengaja mengundang pembaca untuk berpikir di luar tulisan dan untuk menjadi pengamat dewasa. Apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan Holden Caulfield? Apakah dia benar-benar satu-satunya "non-palsu" di dunia pembohong? Apa yang dilihat Scout ketika dia menggambarkan perilaku guru, teman sekelas, dan ayahnya? Perangkat ini memberi wawasan dan perspektif pembaca tentang bagaimana narator memandang dunia.

Sengaja Tidak Dapat Diandalkan

Sementara narator yang tidak dapat dipercaya tidak dapat dipercaya dapat membuat orang lain terkesan dan naif, narator yang tidak dapat dipercaya sering kali menakutkan. Biasanya, karakter semacam itu memiliki motif yang menyeramkan, mulai dari rasa bersalah, seperti dalam kasus Nabokov "Lolita," hingga kegilaan, seperti dalam kasus cerita pendek Edgar Allen Poe "The Tell-Tale Heart."

Beberapa penggunaan yang paling menarik dari narator yang sengaja tidak dapat dipercaya ada dalam genre misteri. Mengapa narator cerita misteri sengaja tidak bisa diandalkan? Kemungkinan besar karena dia memiliki sesuatu yang disembunyikan. Kisah-kisah seperti itu sangat menarik karena ketika dilakukan dengan baik, pembaca sama sekali tidak menyadari karakter narator yang sebenarnya.

Membuat Narator yang Tidak Dapat Diandalkan

Alasan utama untuk menggunakan narator yang tidak dapat diandalkan adalah untuk menciptakan karya fiksi dengan banyak lapisan dengan tingkat kebenaran yang bersaing.

Kadang-kadang narator yang tidak dapat diandalkan itu segera terbukti. Sebagai contoh, sebuah cerita mungkin terbuka dengan narator membuat klaim yang keliru atau delusi atau mengaku sakit mental yang parah. Penggunaan perangkat yang lebih dramatis menunda pengungkapan sampai akhir cerita. Akhir cerita yang memaksa pembaca untuk mempertimbangkan kembali sudut pandang dan pengalaman cerita mereka.

Agar mekanisme penulisan ini efektif, pembaca harus dapat membedakan lebih dari satu tingkat kebenaran. Sementara narator Anda mungkin menjadi sumber informasi yang tidak dapat diandalkan, sangat penting bagi Anda, penulis, untuk memahami dan akhirnya mengungkapkan kenyataan di balik kata-kata yang menyesatkan. Sangat penting bagi pembaca untuk dapat mengenali narator yang tidak dapat diandalkan dan kenyataan yang sedang disembunyikan.


Artikel menarik

Spesialis Intelijen (IS) —U. Peringkat Angkatan Laut B600

Spesialis Intelijen (IS) —U. Peringkat Angkatan Laut B600

Spesialis Intelijen Angkatan Laut menganalisis data intelijen. Mereka memecah informasi untuk menentukan kegunaannya dalam perencanaan dan operasi militer.

Niat Adalah Tahap Ketiga dalam Mengelola Perubahan

Niat Adalah Tahap Ketiga dalam Mengelola Perubahan

Tahap ketiga dalam manajemen perubahan adalah niat. Strategi dan rencana dibentuk untuk memajukan organisasi dalam rencana aksi tertentu.

Kiat untuk Meningkatkan Pertemuan Perusahaan Anda

Kiat untuk Meningkatkan Pertemuan Perusahaan Anda

Apakah Anda merencanakan dan hadir di pertemuan perusahaan atau departemen secara berkala? Mereka bisa sangat membosankan jika Anda tidak hati-hati. Lihat cara membuatnya efektif.

6C0X1 - Kontrak - Deskripsi AFSC

6C0X1 - Kontrak - Deskripsi AFSC

Mengelola dan mengelola fungsi kontrak untuk komoditas, layanan, dan konstruksi menggunakan prosedur akuisisi yang disederhanakan dan metode lainnya.

Inventaris Bunga - Apa Suka dan Tidak Suka Anda

Inventaris Bunga - Apa Suka dan Tidak Suka Anda

Pelajari tentang inventaris minat dan cara menggunakannya untuk membantu Anda memilih karier. Cari tahu bagaimana suka dan tidak suka Anda terkait dengan pekerjaan.

Bagaimana Rasanya Menjadi Desainer Interior?

Bagaimana Rasanya Menjadi Desainer Interior?

Pelajari bagaimana perancang interior membuat ruang yang menarik secara visual dan fungsional bagi penghuninya, plus bagaimana ia berbeda dari dekorasi interior.